Analisa Keuangan, Investasi dan Perpajakan

Pengertian NPWP serta Hak dan Kewajiban setelah memilikinya

Pengertian NPWP serta Hak dan Kewajiban setelah memilikinya

Anda selaku Wajib Pajak telah ber-NPWP? Cermati kewajiban NPWP.

NPWP? Apa yang Anda pikirkan ketika mendengarkan kata tersebut? Anda pikir itu hanya syarat untuk mendaftar kerja? Syarat membuka rekening atau meminjam uang ke bank? Oh, tentu tidak Ferguso!!! Atau ketika mendengar NPWP yang terpikir oleh anda sekedar membayar pajak? Tidak Jose Manuel!!! NPWP lebih dari itu. Cermati kewajiban NPWP.

Contoh kartu NPWP. Cermati kewajiban NPWP sebelum dan sesudah Anda ber-NPWP

Karena NPWP adalah “Nomor Pokok Wajib Pajak adalah sebuah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.” (Pasal 1 huruf 6 Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan).

Siapakah yang berhak dan berkewajiban memiliki NPWP berikut kategorinya:

  1. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupunyang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.
  2. Pekerjaan bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja. (Contoh : Dokter, Notaris, Pengacara, Akuntan, dan sebagainya).
  3. Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean, melakukan usaha jasam atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.

Apa hak dan kewajiban sebagai Wajib Pajak?

Hak Wajib Pajak

  1. Mengajukan permohonan :
    1. Pengembalian kelebihan pembayaran pajak
    2. Penundaan/mengangsur pembayaran
    3. Penundaan pelaporan SPT Tahunan
  2. Memperoleh :
    1. Perlindungan (kerahasiaan) data/informasi
    2. Layanan konsultasi
    3. Layanan public tertentu instansi pemerintah
  3. Mengajukan
    1. Keberatan, banding atau peninjuan kembali atas hasil pemeriksaan
    2. Permohonan pengurangan/penghapusan sanksi

Kewajiban Wajib Pajak

  1. Mendaftarkan diri apabila telah memenuhi subjek dan objek pajak
  2. Menghitung penghasilan/pendapatan
  3. Membayarkan pajak
  4. Melaporkan SPT

Cara mendaftarkan diri untuk ber-NPWP

Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. (Pasal 2 huruf 1 Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan).

Cara menghitung Pajak

Penghitungan pajak penghasilan (PPh) tergantung dari metode pembukuan atau pencatatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak, berikut perhitungannya:

  1. Pembukuan : penghasilan bruto biaya = penghasilan neto, penghasilan neto PTKP = Penghasilan Kena Pajak, penghasilan Kena Pajak x tarif pasal 17 = PPh Terutang.
  2. Pencatatan : peredaran usaha bruto x norma pengitungan = Penghasilan Neto, penghasilan neto PTKP = Penghasilan Kena Pajak, Penghasilan Kena Pajak x tarif pasal 17 = PPh Terhutang.

Wajib Pajak wajib menyelenggarakan pembukuan jika:

  1. Wajib pajak (WP) Badan;
  2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, kecuali Wajib Pajak Orang Pribadi yang peredaran brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp. 4.800.000.000,- (Empat milyar delapan ratus juta rupiah) dengan metode pencatatan.

Cara membayar pajak

Atas pajak yang masih harus Anda bayar dari hasil penghitungan Anda, dilakukan dengan cara sebagaimana berikut:

  1. Membuat kode billing secara mandiri oleh wajib pajak melalui sitem billing pajak. Caranya dapat dilihat disini
  2. Selanjutnya membayar di tempat sebagaimana berikut : Bank persepsi, kantor pos, ATM/ Mini ATM, internet/ mobile banking.

Cara Melaporkan Pajak

  1. Langsung ke KP/KP2KP tempat terdaftar
  2. Melaporkan secara online menggunakan e-SPT, e-filing, atau melalui ASP. Contoh : Pelaporan SPT 1770 S secara online;
  3. Melalui pos tercatat atau jasa ekspedisi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *